• Sel. Feb 24th, 2026

Diduga Tiga Excavator milik Oknum Bupati Sarolangun Jambi Di Ulu Rawas Warga Muratara Minta Segera Dikeluarkan.

Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan

Kekhawatiran akan kerusakan lingkungan semakin mengawatirkan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), terutama di wilayah Sungai Rawas yang kini tercemar akibat maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Dugaan kuat sebagian besar pelaku aktivitas merusak ini berasal dari luar daerah, khususnya Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Selasa (22/07/25)

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, diketahui bahwa sekitar 60 persen pemain PETI di kawasan Rawas Ulu dan Ulu Rawas merupakan pendatang dari Kabupaten Sarolangun Jambi. Temuan ini juga diperkuat oleh catatan kegiatan Satgas Air Bersih yang berkedudukan di Desa Sukomoro, Kecamatan Rawas Ulu.

Dalam operasi penyisiran yang dilakukan, sejumlah kendaraan hauling pengangkut alat berat tercatat berplat luar daerah, khususnya dari wilayah Sarolangun. Fakta ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya pada kelestarian sungai.

Sebuah video yang sempat viral di media sosial memperlihatkan seorang sopir hauling mengaku bahwa alat berat yang dibawanya merupakan milik Bupati Sarolangun, H. Hurmin. Pernyataan ini sontak memicu reaksi keras dari publik dan pemerhati lingkungan.

Menanggapi video tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui salah satu orang kepercayaan Bupati telah memberikan klarifikasi. Mereka menegaskan bahwa alat berat yang disebutkan bukan digunakan untuk aktivitas PETI, melainkan diperuntukkan bagi pembukaan lahan milik warga di Desa Pangkalan.

Meski bantahan telah disampaikan, keresahan masyarakat Muratara tetap belum mereda. Mereka meminta agar semua pihak, termasuk pemerintah lintas daerah, serius dalam menangani isu ini agar Sungai Rawas tidak mengalami kehancuran seperti yang terjadi pada sungai-sungai di Sarolangun Jambi akibat aktivitas penambangan ilegal.

“Kami tidak ingin Sungai Rawas bernasib sama seperti sungai-sungai di Sarolangun yang kini rusak dan tercemar. Jangan hancurkan masa depan kami,” ujar salah satu tokoh masyarakat Rawas Ulu dengan nada tegas.

Satgas Air Bersih bersama masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah setempat terus berkomitmen melakukan pengawasan dan penertiban terhadap aktivitas ilegal demi menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah Muratara.

Peryataan Bupati Sarolangun Jambi melalui salah satu orang Kepercayaan nya yang menyatakan alat Excavator Milik Bupati Sarolangun Jambi yang dikeluarkan dari Ulu Rawas itu Bukan digunakan untuk Nambang Emas Ilegal, melainkan untuk membuka lahan perkebunan masyarakat itu, BOHONG.

Dak Usah Kamu Nak ngecek (Bohong) Alat Pk Bupati Sarolangun Jambi Memnag untuk Ngekuk tanah,( 3) tigo alat Bupati tu didalam tu, Kato Yoo dengan Hurmin PK Bupati tu di Ulu, maksudnya (Ulu Rawas) segerah dikeluarkan kagek abes kami libas jilid ke tigo kami dak peduli nak apo pangkat e yang Namo e merusak-merusak kenyamanan muratara tetap kami berantas.”Sampai Nasro, dengan bahasa has ulu Rawas melalui Akun Facebook milik nya 2 hari yang lalu.

Hingga berita ini ditayangkan Ujang Sarolangun Jambi Belum dapat di temui.

Tim, LBS Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *