
Muratara Sumatra Selatan. LBS
Bau busuk yang menyengat dikeluhkan warga sekitar lokasi operasional PT Mitra Muratara Sejahtera (MMS). Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya kabupaten Musi Rawas Utara..
Bau busuk tak sedap diduga berasal dari limbah pabrik perusahaan PT MMS Desa Terusan yang mencemari lingkungan sekitar.
Sejumlah warga pada 10 /07/2025 menceritakan kepada awak Media, mengeluhkan kan aroma busuk yang tak sedap sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat pagi dan sore hari. Bahkan, beberapa warga mengaku mengalami mual dan sakit kepala akibat aroma menyengat tersebut.
“Sudah lama kami mencium bau seperti ini, apalagi saat angin kencang. Baunya menusuk hidung dan sangat tidak nyaman,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT MMS terkait keluhan masyarakat tersebut. Sementara itu, warga berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah daerah dan dinas lingkungan hidup untuk melakukan investigasi dan menindak tegas jika terbukti terjadi pencemaran lingkungan.
Pencemaran bau ini juga dikhawatirkan berdampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat dan keselamatan masyarakat wilayah tersebut.
Andre, salah satu warga yang juga merupakan anggota LSM Komando Garuda Sakti, turut angkat bicara terkait persoalan tersebut. Ia menilai bahwa bau menyengat tersebut sudah sangat mengganggu dan perlu segera ditangani oleh pihak berwenang.
“Kami sebagai warga sangat terganggu. Ini bukan masalah baru, tapi sudah berulang kali terjadi. Kami dari LSM Satu Komando meminta pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Muratara, segera turun ke lapangan dan melakukan uji kualitas udara serta pengecekan pengolahan limbah di PT MMS,” tegas Andre
Menurutnya, pencemaran lingkungan hidup seperti ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar perusahaan.
Warga berharap pemerintah daerah khususnya DInas Lingkungan hidup dan DPRD yang membidangi nya, tidak tinggal diam dan segera memanggil pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi serta solusi konkret.
Jika maslah ini hanya dibiarkan, dikhawatirkan akan semakin meluas dan menimbulkan dampak negatif yang lebih besar.
Tim, LBS Berita.